Jumat, 30 November 2012

JURNAL III


KAJIAN ANTRIAN PELAYANAN TICKETING
DI THE JUNGLE WATERPARK BOGOR
Pengarang : GHAZALI RAMADHANI
2011

 Latar Belakang 
Pada era globalisasi sekarang ini, persaingan antara perusahaan di dunia meningkat dengan semakin hilangnya batas geografis dari setiap negara yang timbul karena kemajuan teknologi informasi. Dalam persaingan yang semakin ketat, pelayanan menjadi alat bersaing yang semakin penting. Setiap perusahaan harus cepat tanggap menghadapi setiap perubahan yang terjadi di industrinya masing-masing. Oleh sebab itu, perusahaan harus dapat memprioritaskan perbaikan pelayanan yang diberikan kepada para  pelanggannya. Perusahaan dituntut harus dapat  mengalokasikan sumber daya yang  dimiliki secara efektif dan efisien guna meningkatkan kepuasan pelanggan guna memenangkan persaingan yang semakin ketat terutama pada industri jasa. Salah satu industri jasa yang sekarang ini banyak diminati oleh segala kalangan adalah tempat rekreasi.  Kejenuhan dengan kesibukan sehari-hari mendorong keinginan masyarakat untuk mengunjungi tempat rekreasi di akhir pekan ataupun hari-hari libur. Kinerja dari tempat rekreasi dapat dilihat dari kualitas pelayanan yang ditawarkan. Setiap tempat rekreasi seharusnya dapat memberikan pelayanan yang optimal yang sesuai dengan harapan pengunjung. Pokok masalah yang biasanya terjadi di tempat rekreasi adalah antrian yang dialami oleh pengunjung pada saat hendak memasuki tempat rekreasi terutama pada akhir pekan atau hari libur nasional. Hal ini dikarenakan jumlah pengunjung yang datang akan lebih banyak daripada yang datang pada hari kerja atau weekdays. Antrian adalah orang-orang atau barang dalam barisan yang sedang menunggu untuk dilayani  (Heizer dan Render, 2005). Waktu menunggu yang terlalu lama sering menimbulkan ketidaknyamanan dari pengunjung. Pengunjung yang sudah tidak nyaman akan menimbulkan masalah yang serius bagi pengelola tempat rekreasi. Dalam mengatasi masalah tersebut, penggunaan model antrian dapat membantu pihak pengelola tempat rekreasi untuk menciptakan sistem antrian yang tepat. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah menentukan jumlah loket yang dibuka. Jika loket yang dibuka terlalu sedikit maka para pengunjung harus menunggu lebih lama untuk masuk ke tempat rekreasi. Akan tetapi, jika loket yang dibuka maksimal maka akan meningkatkan biaya operasional dari pihak pengelola tempat rekreasi tersebut. Oleh sebab itu, pihak pengelola tempat rekreasi harus merancang sistem antrian yang sesuai agar dapat meningkatkan kualitas  pelayanan dan diharapkan akan meningkatkan jumlah pengunjung yang datang.

Perumusan Masalah
Masalah antrian akan mengganggu kenyamanan pengunjung saat berekreasi di The Jungle. Hal ini dapat dilihat dengan panjangnya antrian di depan loket  ticketing pintu masuknya. Antrian yang panjang dapat
menimbulkan biaya, yaitu biaya bagi pengunjung yang kehilangan sebagian waktu dan tenaga karena harus menunggu lama. Oleh karena itu dibutuhkan suatu model antrian yang tepat serta efisien untuk meningkatkan pelayanan dan kualitas pada tempat rekreasi The Jungle yang memiliki jumlah pengunjung yang berfluktuasi. Berdasarkan latar belakang penelitian yang telah diuraikan diatas, maka permasalahan dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai   berikut :
1.  Bagaimana model antrian yang terjadi di tempat rekreasi The Jungle Waterpark selama ini ?
2.  Bagaimana sistem antrian yang optimal di bagian  ticketing di tempat rekreasi The Jungle Waterpark selama jam sibuk ?
Tujuan Penelitian
Berdasarkan perumusan masalah di atas, maka tujuan dalam penelitian ini yaitu:
1.  Mengidentifikasi model antrian yang digunakan The Jungle Waterpark selama ini 
2.  Menganalisis sistem antrian di bagian  ticketing pada The Jungle Waterpark  yang dapat menghasilkan solusi optimal selama jam sibuk.
Batasan Penelitian
Batasan-batasan dalam penelitian adalah :
1.  Penelitian difokuskan pada antrian  ticketing karena merupakan pintu masuk dari tempat rekreasi The Jungle Waterpark.
2.  Penelitian difokuskan pada jam sibuk selama satu bulan pada pukul 09.00 – 12.00 WIB di tempat rekreasi The Jungle Waterpark.

METODE PENELITIAN
Kerangka Pemikiran
Salah satu alasan pengunjung tempat rekreasi tidak merasa nyaman adalah antrian untuk membeli tiket masuk. Hal ini secara tidak langsung akan membuat ketidaknyamanan pengunjung dan akibat menurunnya kepuasan pengunjung dan lambat laun akan mengakibatkan berkurangnya jumlah pengunjung. Seharusnya tempat rekreasi menyediakan pelayanan yang prima. Pada hakekatnya tempat rekreasi dikunjungi untuk mendapatkan kesenangan hiburan sehingga pada saat senggang lainnya pengunjung ingin berkunjung kembali ke tempat rekreasi tersebut. Ketanggapan yang berkaitan dengan pelayanan yang cepat dan tepat kepada pelanggan merupakan salah satu dimensi kualitas yang terpenting dari jasa. Apabila para calon pengunjung dibiarkan menunggu lama dalam antrian maka akan timbul persepsi negatif dalam kualitas pelayanan pada tempat rekreasi tersebut. Sebagai sarana wisata air The Jungle merupakan wahana air tematik pertama dan terlengkap di Indonesia yang tercatat dalam rekor MURI yang terus menerus mengalami peningkatan pada jumlah pengunjungnya, sebaiknya The Jungle juga terus menerus melakukan perbaikan pada sistem antrian pada bagian ticketing agar dapat memberikan pelayanan prima seiring peningkatan jumlah pengunjung. Antrian pengunjung pada suatu tempat rekreasi merupakan salah satu hal yang menarik untuk dikaji dalam penelitian.
Lokasi dan Waktu penelitian
Penelitian dilaksanakan selama 1 (satu) bulan yaitu bulan Februari sampai Maret 2010. Lokasi penelitian  adalah The Jungle Waterpark, Bogor Nirwana Residence, Bogor, Jawa Barat.
 Jenis dan Metode Pengumpulan Data
Data yang dikumpulkan adalah data primer dan sekunder. Data primer adalah data yang langsung diambil berdasarkan pengamatan terhadap semua hal yang berhubungan dengan pelayanan antrian di bagian  ticketing  The Jungle Waterpark dan wawancara dengan  karyawan yang bekerja di bagian ticketing untuk mengetahui permasalahan yang dianalisis seperti waku sibuk (rush hour)  dan denah tata letak di bagian  ticketing. Data primer ini berupa kecepatan kedatangan pengunjung dan kecepatan pelayanan di bagian ticketing.  Pengambilan data dilakukan dengan  stopwatch dilakukan dengan pengamatan jarak jauh mengukur kecepatan kedatangan pengunjung dan lama waktu pelayanan untuk membeli tiket masuk. Pengambilan data kecepatan kedatangan pengunjung dilakukan setiap hari Senin-Minggu pada jam operasional sibuk (pukul 09.00-12.00 WIB). Pengambilan data kecepatan pelayanan karyawan dilakukan dengan mengambil kecepatan rata-rata pelayanan terhadap 30 pengunjung di setiap loket. Data sekunder adalah data yang diperoleh dari The Jungle Waterpark yang disusun menjadi dokumen-dokumen penting mengenai sturuktur organisasi, deskripsi pekerjaan karyawan dan laporan tahunan. Buku dan literatur lainnya dijadikan sebagai  data sekunder yang diperlukan dalam penelitian.

HASIL DAN PEMBAHASAN
The Jungle Waterpark adalah sebuah obyek wisata wahana air dan entertainment yang terletak di Kota  Bogor, didalam area Perumahan Bogor Nirwana Residence (BNR), Jalan Dreded Pahlawan. tempat hiburan dan taman bermain pertama yang dibuat oleh PT.  Bakrieland Development, Tbk yang merupakan salah satu perusahaan konstruksi dan properti di Indonesia. Bakrieland Development hingga kini  telah mendirikan banyak properti dan hotel bertaraf internasional di beberapa kota besar di Indonesia. penyelenggaraan pembangunan  taman hiburan ini hanya berlangsung selama 168 hari, hal ini merupakan kebanggaan  sendiri bagi pihak  developer karena The Jungle Waterpark mendapatkan rekor MURI untuk kategori pemrakarsa dan penyelenggara pembangunan water park tercepat di Indonesia.  Luas lahan The Jungle Waterpark adalah 3,8 hektar, 60 % dari total area tersebut merupakan kawasan hijau terbuka yang memiliki udara sejuk di kaki gunung salak dan pangrango serta memiliki pemandangan gunung yang indah mengelilingi lokasi The Jungle Waterpark. Pengunjung disajikan berbagai fasilitas taman hiburan dan rekreasi yang menarik sehingga diharapkan pengunjung akan puas dan akan kembali berkunjung ke The Jungle Waterpark. Keamanan para pengunjung lebih terjamin karena The Jungle Waterpark menggunakan standar keamanan dan kualitas terbaik yang pada proses pembangunannya dibantu oleh tenaga ahli dari Kanada, Australia, dan Belgia. Jam operasional The Jungle Waterpark adalah dari pukul 09.00 sampai pukul 17.00 pada hari kerja, sedangkan pada hari libur The Jungle Waterpark buka lebih awal yaitu pukul 08.00 sampai pukul 18.00. The Jungle Waterpark adalah sebuah tempat rekreasi yang dapat dijadikan sebagai tujuan wisata keluarga serta sebagai obyek wisata  edukasi bagi sekolah yang ingin mengadakan rekreasi sambil belajar sehingga para pengunjung, terutama anak- anak dapat memperoleh berbagai informasi tentang alam dan lingkungan.  26 Harga tiket The Jungle Waterpark terbilang terjangkau, yaitu sebesar Rp 40.000 untuk hari senin-jumat dan  Rp 60.000 untuk hari sabtu-minggu. Sedangkan untuk hari-hari besar harga tiket masuk  The Jungle Waterpark sebesar Rp 75.000. Dengan hanya sekali membayar tiket masuk, pengunjung sudah dapat menikmati semua wahana air yang ditawarkan  pihak pengelola. Untuk menyewa ban berenang, pengunjung mengeluarkan biaya tambahan sebesar Rp 10.000 hingga Rp 15.000 selama satu hari. Pengunjung juga akan diminta untuk mendeposit uang sebesar Rp 20.000 untuk jaminan uang elektronik (smart tag) dalam kemasan tahan air  yang dapat diisi uang untuk melakukan transaksi di The Jungle Waterpark. Hal ini merupakan inovasi yang dilakukan pihak pengelola untuk mengurangi resiko uang yang basah karena air dan memudahkan melakukan transaksi.

Kesimpulan
a.  Sistem antrian yang terjadi di bagian  ticketing The Jungle Waterpark adalah pola antrian jalur ganda dengan satu tahapan proses dan beberapa server. Karakteristik antrian di The Jungle Waterpark  adalah populasinya tidak terbatas (infinite), panjang antrian juga tidak terbatas (infinite), pola kedatangan pengunjung berdistribusi Poisson, pelayanan pengunjung berdistribusi eksponensial, dan disiplin antrian  first in first out. Pada kondisi yang ada sekarang, lamanya rata-rata waktu tunggu pengunjung dalam sistem adalah sebesar 224,31 detik atau 3,74 menit.
b.  Optimalisasi jumlah loket dilihat dari total biaya yang terendah. Jumlah loket yang optimal adalah pada saat pihak pengelola membuka 3 (tiga) loket karena membutuhkan biaya yang  paling sedikit yaitu senilai Rp 54.769,- dan menghasilkan nilai tingkat kegunaan  server 0,59 atau 59 persen. Biaya tersebut lebih rendah bila dibandingkan dengan membuka 2 (dua) loket yang sebesar Rp 108.286,- dan 4 (empat) loket yaitu sebesar Rp 61.714. Dengan dibuka 2 (dua) loket  akan terjadi peningkatan biaya yang signifikan dan hal ini dikarenakan nilai jumlah pengunjung rata-rata dalam sistem (Ls) sangatlah besar yaitu 8,41 akibatnya pengunjung tidak dapat terlayani dengan baik. Akan tetapi apabila ingin pengunjung terlayani dengan lebih baik, sebaiknya The Jungle Waterpark membuka 4 (empat) loket untuk transaksi pembelian loket pada periode sibuk agar tidak ada pengunjung yang menunggu dalam  antrian. Dari hasil analisis diperoleh solusi optimal sistem antrian di bagian  ticketing The Jungle Waterpark adalah model antrian jalur ganda satu tahapan dengan 3 (tiga) loket.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar